Tanda-Tanda Smartphone Kamu Kena Spyware

FlashDisk saat ini menjadi salah satu media penyimpanan paling populer di dunia. Ukuran yang sangat kecil dan ringan membuatnya mudah disimpan dan dibawa kemana pun. Kapasitas FlashDisk saat ini juga cukup besar. Bahkan FlashDisk berkapasitas 64GB saat ini sudah banyak tersedia. Kingston sebagai salah satu produsen FlashDisk terbesar dan terpopuler juga mengembangkan fitur pada produknya. Seperti produk DataTraveler 2000 yang baru-baru ini diluncurkan dengan fitur kunci pengaman tombol PIN. Beginilah Wujud FlashDisk Paling Aman di Dunia dari Kingston!

Dalam dunia digital yang semakin luas, keamanan data rahasia yang bersifat pribadi sangat penting. Hal inilah yang menjadi perhatian Kingston. Dengan alasan tersebut, Kingston akhirnya mengembangkan produk terbarunya, Kingston DataTraveler 2000 dengan kunci berupa keypad yang terpasang di bodinya. Kalau biasanya kita bisa mengunci folder dalam FlashDisk dengan software tertentu, Kingston DataTraveler 2000 ini tidak memerlukan software apa pun. FlashDisk tidak akan bisa dibuka dan dikoneksikan ke perangkat lain jika kuncinya belum terbuka. Hebat, kan?

FlashDisk terbaru Kingston ini mendukung koneksi USB 3.1 Gen 1, yang dapat digunakan di sistem operasi Windows, Mac OS, Linux, Chrome OS, dan Android. Serta tersedia dalam kapasitas 16, 32, dan 64 GB. Kecepatan bacanya mencapai 135 Mbps dengan kecepatan tulis hingga 40 Mbps. Ngebut banget, kan? Penguncian juga dilakukan secara otomatis ketika FlashDisk dicabut dari perangkat lain, serta data di dalamnya akan terhapus secara otomatis ketika kamu salah memasukkan kode hingga 10 kali. Aman banget, ya?

Ternyata teknologi FlashDisk masih terus berkembang, ya? Dengan perkembangan tersebut, kayaknya FlashDisk nggak akan buru-buru mati atau terkalahkan oleh media penyimpanan lain seperti MicroSD atau HardDisk eksternal. Kalau kamu punya info lain seputar FlashDisk dan media penyimpanan data lainnya, silakan tulis pendapat kamu pada kolom comment di bawah ini.

 

Published in Blog FikDesign

Banyak sekali perdebatan yang muncul antara kedua grafis ternama, yakni antara ATI Radeon dan NVIDIA GeForce. Bagi para gamers, mungkin sudah tidak asing lagi dengan keduanya, karena sama-sama memberikan hasil dan performa yang menakjubkan.

Tapi jika ditelusuri lebih lanjut, ternyata masing-masing dari kartu grafis ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan masing-masing namecode yang sudah dibenamkan, ATI dari AMD dengan kode Radeon dan NVIDIA dengan kode GeForce.

Kenapa VGA Begitu Penting?

VGA adalah singkatan dari Video Graphics Adapter, bertugas untuk menampilkan sebuah grafis yang diperintahkan oleh sistem. Semakin berat tugas yang perlu ditampilkan, maka kemampuan dari sebuah VGA sangat perlu untuk ditingkatkan. Bagaimana caranya? Yaitu dengan cara meng-upgrade.

Lalu, Lebih Bagus Mana? ATI Radeon vs NVIDIA GeForce

Jika berbicara soal lebih bagus yang mana, Kami memiliki opini tersendiri dalam memberikan statement tentang perbedaan kedua kartu grafis ini. Dalam kasus ini, kami sama-sama menyetarakan versi High-end dari kedua kartu grafis ini.

  • Jika Kamu adalah seorang Gamer, NVIDIA lebih diunggulkan, apalagi menggunakan versi GTX yang baru-baru ini beredar. Kenapa? Karena NVIDIA memiliki fitur Physx, yakni fitur yang berfungsi agar detail yang dikeluarkan cukup optimal.
  • Jika Kamu suka nonton Video HD, ATI Radeon akan sedikit lebih baik. Kenapa? Karena di kartu grafis besutan AMD ini memiliki banyak ekstensi pendukung yang membuat penayangan video dengan resolusi tinggi akan berjalan mulus dan lancar, dan Radeon juga memiliki fitur UVD yang tidak ada di NVIDIA GeForce.
  • Jika Kamu Editor Video, NVIDIA GeForce akan lebih baik. Dari survey yang ditempatkan pada 25 video editor, hampir semuanya lebih memilih untuk menggunakan VGA dari NVIDIA GeForce, karena menurut mereka GeForce lebih handal untuk diajak Rendering Video.

Meskipun begitu, kamu perlu ingat bahwa kedua kartu grafis tersebut memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing pada setiap seri, jadi jangan menyamakan keduanya secara general. Dan juga jangan lupa, sebelum memutuskan untuk membeli sebuah VGA, pastikan Motherboard kamu support dengan VGA yang ingin kamu beli tersebu. Ada beberapa slot VGA yang biasanya ada di Motherboard, seperti slot PCI Express, PCI, dan AGP.

 

Published in Blog FikDesign
Wednesday, 11 November 2015 08:17

Berapa Lama CD Dapat Menyimpan Data Kamu?

Semua orang di era modern ini pasti pernah menggunakan CD sebagai media penyimpanan kan. Mulai dari menyimpan tugas skripsi bahkan hingga untuk menonton rekaman dangdut favorit. Tapi apakah CD dapat kita andalkan untuk menyimpan data dalam waktu yang lama? Apakah piringan tersebut dapat kita wariskan kepada anak cucu kita nanti? Melalui artikel ini, mari kita kupas tuntas mengenai daya tahan dari media penyimpanan sejuta umat tersebut berdasarkaan penjelasan dari situs Makeusof.

Tersusun dari apa sih CD itu?

Sebelum kita membahas mengenai kekuatan dari CD, kita harus tahu dulu, piringan tersebut tersusun dari apa sesungguhnya. CD terdiri dari tiga lapisan yaitu:

  • Lapisan pembungkus yang berfungsi sebagai pelindung dari reflective layer.
  • Lapisan mengkilat yang berfungsi untuk memantulkan laser.
  • Lapisan keping polycarbonate untuk menyimpan data.

Sebagai tambahan, CD juga bisa dilengkapi dengan dye layer di antara lapisan reflektif dan lapisan protektif. Selain itu label yang selama ini dipasang di CD diimplementasikan pada lapisan pembungkus. Faktor yang memegang peranan penting dalam menentukan daya tahan sebuah CD adalah melalui kualitas dari lapisan reflective. Faktor lainnya adalah bahan pembuat CD, proses produksi, dan tentu saja perlakuan dari pengguna itu sendiri.

Daya Tahan

Memang sih daya tahan dari CD pasti berbeda-beda bergantung kepada poin di atas. Namun secara teori, CD sebenarnya dapat tahan hingga 200 tahun untuk CD-R dan Blu-Ray yang sudah diisi. Akan tetapi CD-R dan CD-RW diperkirakan hanya dapat bertahan 5 hingga 10 tahun apabila masih dalam keadaan kosong. DVD-RW yang sudah diisi memiliki daya tahan hingga 30 tahun, diikuti dengan CD-RW dan DVD-R yang awet hingga 20-100 tahun apabila sudah diisi.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Pembusukan CD

Jangan salah, CD juga bisa membusuk lho. Lapisan reflective yang terbuat dari alumunium memiliki kerentanan terhadap beberapa faktor. Berikut ini merupakan hal-hal yang dapat mempercepat pembusukan terhadap CD, terutama lapisan reflective:

  • Oksidasi atau korosi
  • Kerusakan secara fisik terhadap piringan maupun ujung dari CD
  • Reaksi galvanik antara lapisan dan pelindung
  • Reaksi kimia
  • Kerusakan akibat cahaya ultra violet
  • Kerusakan pada material kepingan

Gimana sih cara membuat CD tetap Awet?

Meskipun CD memang tidak dapat bertahan selamanya, kamu masih bisa mempertahankannya selama mungkin dengan mengikuti tips berikut:

  • Pilihlah CD dengan bahan yang bagus dan dari merk yang sudah teruji.
  • Pilihlah CD dengan lapisan emas untuk daya tahan yang lebih baik.
  • Jangan menyentuh CD pada permukaannya, hindari goresan, dan lindungi dari debu.
  • Jaga CD pada tempat yang kering, gelap, dan dingin. Suhu, sinar matahari, kelembaban, dan polutan dapat merusak lapisan.
  • Simpanlah pada kotak daripada harus pada slip kertas.
  • Gunakan marker/spidol dengan base non-solvent yang cocok untuk label CD.
  • Jangan terlalu sering me-rewrite CD.
  • Gunakan kecepatan rendah saat mem-burn CD untuk menghindari error dan meningkatkan kualitas.

 

Published in Blog FikDesign

Apakah mencabut baterai dan menggunakan aliran listrik saja memiliki risiko terhadap daya tahan laptop? Atau apakah berbahaya, memasang baterai namun secara bersamaan tetap menggunakan listrik, meskipun baterai tersebut telah penuh? Melalui artikel ini, akan kami bongkar dan jawab semua pertanyaan yang pasti sempat terpikirkan oleh kalian-kalian para pengguna setia laptop.

Bagaimana Sesungguhnya Baterai Laptop Bekerja?

Baterai laptop yang beredar secara luas saat ini berjenis Li-Ion atau Lithium-Ion dan bekerja dengan cara mengalirkan ion dari Anoda ke Katoda melalui elektrolit dan separator. Proses tersebut pasti akan bekerja ketika kamu menggunakan baterai, dan tentu saja akan menghasilkan energi yang mengakibatkan baterai berkurang secara bertahap. Ketika kamu melakukan proses charge, energi-energi akan membuat Ion yang sebelumnya telah berpindah dari Anoda ke Katoda menjadi berbalik ke tempat semula. Inilah yang membuat baterai kamu terisi kembali.

Akan tetapi, semua proses tersebut akan melemah secara perlahan. Ion akan terperangkap di Anoda dan inilah yang biasanya kita namakan dengan “baterai bocor” karena lekas habis seiring dengan usianya. Faktanya, bahkan kemampuan baterai sudah mulai berkurang secara perlahan dimulai dari pertama baterai tersebut dibuat

Haruskah Saya Mencabut Baterai Dari Laptop Agar Awet?

Jawaban sederhananya adalah YA, kamu harus melakukannya untuk membuat baterai tersebut awet. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan berkenaan dengan permasalahan ini. Sebaiknya jangan pernah mencabut baterai laptop ketika laptop tersebut digunakan, walaupun saat terpasang kabel listrik sekalipun. Tindakan tersebut menimbulkan risiko yang cukup berbahaya, untuk laptop dan penggunanya.

Selain itu, poin-poin berikut ini juga patut untuk kamu perhatikan demi tetap menjaga performa baterai laptop tetap optimal:

  • Jangan menghabiskan baterai hingga kurang dari 20%.
  • Habiskan baterai hingga 20% secara berkala, kemudian charge hingga penuh. Lakukan tindakan ini setiap beberapa minggu sekali.
  • Charge dalam voltase yang pas atau lebih rendah.
  • Meskipun laptop modern dapat memutus aliran listrik ketika baterai telah penuh, lebih baik jangan tinggalkan baterai dalam kondisi terpasang, demi menghindari paparan panas dari laptop yang dapat mengurangi performa baterai.

 

Published in Blog FikDesign

Laptop merupakan sebuah inovasi besar dalam teknologi komputer. Salah satu ciri khas laptop adalah layar yang bisa ditutup. Ternyata menutup layar laptop nggak boleh secara sembarangan, loh! Terutama pada bagian layar LCD laptop tersebut. Bahkan Menutup Layar Ketika Shut Down Bisa Bikin Laptop Cepat Rusak! Kenapa Ya?

Kebanyakan orang biasa mematikan laptop dengan cara shut down atau hibernate. Kemudian langsung menutup layar, memasukkan ke dalam tas, lalu langsung pergi begitu saja. Nyatanya, hal ini sangat tidak baik untuk dilakukan. saya punya beberapa alasan teknis kenapa kamu nggak boleh menutup laptop saat proses shut down berlangsung. Berikut penjelasannya.

Arus Listrik Yang Kuat

Pada saat kamu menyalakan dan mematikan laptop, atau istilah kerennya saat booting dan shutting down, power supply akan mengalirkan sejumlah arus listrik yang besar ke semua komponen yang ada di laptop kamu. Termasuk ke bagian LCD alias layar laptop. Pada saat proses booting atau shut down berlangsung, sebaiknya kamu tidak menutup atau menggerak-gerakkan layar laptop kamu. Sebab, dikhawatirkan arus listrik yang masuk akan menjadi tidak stabil dan merusak komponen yang ada di laptop, terutama bagian layar LCD-nya.

Prosesor dan VGA yang Panas

Prosesor dan VGA adalah dua komponen penting yang mampu menghasilkan panas pada laptop. Biasanya, komponen-komponen ini terdapat di bagian bawah keyboard. Kalau kamu menggunakan laptop kamu dalam waktu yang cukup lama, apalagi di dalam ruangan tanpa pendingin udara, kamu mungkin akan merasakan hawa panas dari yang keluar. Nah, kalau kamu langsung menutup layar laptop ketika proses shut down, dikhawatirkan hawa panas ini akan berkumpul dan mengenai layar laptop kamu. Kalau terlalu sering terpapar hawa panas, LCD kamu akan mudah mengalami kerusakan, misalnya bergaris, bocor, dan sebagainya.

Lalu Bagaimana Mematikan dan Menutup Layar Laptop dengan Benar?

Dari pembahasan di atas, Saya bisa menyimpulkan cara menyalakan dan mematikan laptop dengan benar dan aman. Saat ingin menyalakan laptop, buka dulu layarnya, lalu tekan tombol powernya. Kemudian tunggu hingga laptop kamu menyala dan masuk ke mode Windows, baru kamu boleh menggerak-gerakkan layar untuk disesuaikan dengan jarak pandang yang nyaman.

Kemudian, saat mematikan laptop, klik tombol shut down. Lalu tunggu beberapa menit hingga laptop kamu benar-benar mati dan hawa panasnya berkurang. Baru deh kamu boleh tutup laptop kamu.

Itulah beberapa alasan mengapa Menutup Layar Ketika Shut Down Bisa Bikin Laptop Cepat Rusak. Kalau kamu punya info atau trik lain seputar laptop, silakan tulis pendapat kamu pada kolom comment di bawah ini.

 

Pada saat kamu menyalakan dan mematikan laptop, atau istilah kerennya saat booting dan shutting down, power supply akan mengalirkan sejumlah arus listrik yang besar ke semua komponen yang ada di laptop kamu. Termasuk ke bagian LCD alias layar laptop. Pada saat proses booting atau shut down berlangsung, sebaiknya kamu tidak menutup atau menggerak-gerakkan layar laptop kamu. Sebab, dikhawatirkan arus listrik yang masuk akan menjadi tidak stabil dan merusak komponen yang ada di laptop, terutama bagian layar LCD-nya.
Published in Blog FikDesign

Apakah kamu sadar bahwa Google Chrome kesayangan yang selama ini kamu gunakan rupanya menghabiskan RAM yang cukup besar hanya untuk satu browser saja? Nah melalui artikel ini, kami akan menjelaskan nih, kenapa browser dengan engine Chromium tersebut membutuhkan RAM yang banyak. Apakah itu pertanda bagus atau buruk? Dan apakah dapat diminimalisasi? Cekidot penjelasan berikut ya:

Chrome Membagi Masing-Masing Tabnya ke Proses yang Berbeda

Mungkin beberapa dari kita tahu bahwa Chrome membagi setiap tab, extension, dan app-nya kepada proses-proses tersendiri. Salah satu contohnya adalah ketika kamu membuka website berat yang menampilkan Flash, ketika browser kamu gagal dalam membuka website tersebut, maka hanya tab tersebut yang akan error dan tidak akan menjalar ke tab yang lain. Pembagian tersendiri inilah yang mengakibatkan penggunaan RAM tinggi karena masing-masing tab menduplikasi tugas yang sama.

Selain itu, fitur prerendering yang dimiliki Chrome juga bisa menjadi penyebabnya. Prerendering dapat membuat aktivitas RAM kamu tinggi karena Chrome akan load halaman web bahkan sebelum halaman tersebut kamu buka. Jangan lupakan pula ada berapa extension yang kamu install di Chrome. Masing-masing extension juga membutuhkan proses yang terpisah, dan tentu saja penggunaan RAM semakin bertambah lagi kan.

Penggunaan RAM yang Besar Bukan Berarti Buruk

Melihat RAM yang sesak memang tidak menyenangkan ya. Tapi RAM penuh tersebut bukan berarti tidak ada arti lho. Dengan terisinya RAM, berarti kamu bisa mengakses aplikasi atau proses yang rutin untuk dibuka dengan cepat, karena sudah tersimpan di dalam RAM. Nah apabila kamu tidak membutuhkan aplikasi itu lagi, RAM akan mengalokasikan tempat di RAM yang sebelumnya telah terisi oleh aplikasi tersebut bagi aplikasi berikutnya yang ingin kamu buka.

Jadi apabila Chrome mengambil tempat cukup banyak di RAM, bukan berarti nggak ada artinya. Ini berarti Chrome memang sedang mengerjakan tugasnya dengan baik, demi memberikan penggunanya pengalaman berselancar yang cepat dan aman. Bayangkan jika extension yang kamu gunakan error dan ternyata semua proses disatukan di tempat yang sama. Ini membuat seluruh bagian dari browser kamu akan crash. Itulah yang tidak diinginkan oleh Chrome.

Apakah ada solusi untuk memperkecil Penggunaan RAM dari Chrome?

Ada hal yang paling jelas dari pertanyaan ini, jika kamu menginginkan RAM yang lebih lega dari Chrome, maka jangan buka banyak tab yang tidak perlu, atau jangan biarkan kamu menginstal banyak extension. Apabila kamu sudah melakukan itu dan RAM masih tetap sesak, maka itulah tanda bahwa kamu memang perlu untuk meng-upgrade-nya.

Apakah ada solusi untuk memperkecil Penggunaan RAM dari Chrome?

Ada hal yang paling jelas dari pertanyaan ini, jika kamu menginginkan RAM yang lebih lega dari Chrome, maka jangan buka banyak tab yang tidak perlu, atau jangan biarkan kamu menginstal banyak extension. Apabila kamu sudah melakukan itu dan RAM masih tetap sesak, maka itulah tanda bahwa kamu memang perlu untuk meng-upgrade-nya.

Published in Blog FikDesign

Banyak banget pengguna PC di Indonesia yang masih menggunakan software Windows bajakan. Ngaku aja deh, kamu salah satunya kan? Tapi tau nggak sih kamu, ternyata ada sesuatu yang mengerikan menghantui komputer atau laptop milikmu. Pasalnya, Microsoft dalam sebuah studi Dangers of Counterfeit Software Study 2013 mengungkapkan bahwa software bajakan tidak 100% serupa dengan software yang asli. Ini dia 5 bahaya Menggunakan Software Windows Bajakan.

1. Jadi Tempat Bersarangnya Malware

Software bajakan merupakan tempat bersarangnya malware. Malware mungkin saja akan dengan mudah menempatkan pengguna pada resiko pencurian informasi atau data pribadi dan lainnya yang sifatnya adalah rahasia. Bahkan pencurian data rekening bank juga akan dapat dengan mudah dilakukan oleh software-software Windows bajakan.

2. Efek Samping Kinerja dan Fungsi PC yang Buruk

Penggunaan software bajakan juga memiliki efek samping yang buruk pada kinerja dan fungsi PC, baik PC untuk penggunaan di rumah ataupun kantor. Memang penggunaan software bajakan bisa menghemat uang untuk jangka pendek. Namun dari segi keamanan PC tidak terjamin.

3. Virus Software Bajakan Dapat Merusak, Membekukan, dan Menghilangkan Data

Seperti yang kita tahu, tidak ada yang bagus dari sebuah virus. Virus diciptakan untuk merusak, bahkan menghilangkan data yang telah disimpan dalam sebuah perangkat. Kamu harus ekstra hati-hati dalam menggunakan software Windows bajakan. Siapa tau suatu saat kamu bisa kehilangan data yang telah kamu simpan.

4. Tempat Berkembang Biak Virus Tanpa Sepengetahuan Konsumen

Tanpa sepengetahuan kamu, virus mudah berkembang biak di software bajakan yang minim sekali fitur keamanannya. Kalau sudah begini, kamu harus optimalkan PC/laptop milikmu dengan Antivirus yang kuat, bukan yang abal-abal.

5. Kebanyakan Software Windows Bajakan Tidak Memiliki Fitur Keamanan

Ya namanya juga bajakan, mau lebih? Beli yang asli. Kalaupun kamu masih memilih software Windows bajakan, ada baiknya kamu memperketat keamanan PC atau laptopmu dengan Antivirus jempolan (jangan yang abal-abal).

Published in Blog FikDesign

Seperti kita ketahui bahwa era perkembangan informasi dan teknologi saat ini mencapai kemajuan yang sangat pesat. Namun tidak hanya dalam hal positifnya saja, hal negatif dalam dunia teknologi pun mengalami kemajuan yang pesat pula. Ad-ware, malware,virus, ransomware, dan lain sebagainya telah semakin meresahkan para pengguna komputer maupun gadget. Salah satu dari sekian banyak permasalahan tersebut adalah virus yang kini secara umum dapat menduplikasi dirinya ke media penyimpanan portable seperti flashdisk.

Autorun.inf

Autorun.inf kini menjadi suatu file yang selalu dicurigai apabila berada di media penyimpanan portable tersebut, dikarenakan fungsinya yang akan menjalankan suatu instruksi atau aplikasi secara otomatis ketika media penyimpanan tersebut aktif. Berbagai macam tindakan preventif telah dilakukan oleh para berbagai pengembang antivirus untuk mencegah file autorun ini terus menjejali Flashdisk para pengguna komputer. Namun pertanyaannya ialah apakah aplikasi yang dibuat oleh pengembang antivirus tersebut sudah simpel dan efisien?

Apabila kamu juga merupakan salah satu pengguna komputer yang mengalami peristiwa serupa, atau mungkin hanya ingin berhati-hati apabila ingin memasang Flashdisk di komputer milik umum dan tetap terhindar dari autorun virus tersebut namun menggunakan software yang simpel dan ringan, Panda USB Vaccine solusinya. Program kecil yang hanya berukuran 2 MB ini berfungsi sebagai penangkal jalannya autorun dari komputer dan juga Flashdisk pengguna, sehingga komputermu akan terhindar dari autorun virus yang sangat mengganggu.

Apa bedanya aplikasi ini dengan aplikasi antivirus?

Panda USB Vaccine secara simpel berfungsi untuk mematikan autorun di setiap komputer yang ter-install oleh aplikasi ini dan juga dapat langsung memblok setiap Flashdisk agar tidak menciptakan file autorun.inf. Bagi kamu yang tidak suka dengan rumitnya aplikasi sejenis yang lainnya, maka mungkin USB Vaccine tidak akan memperburuk situasi tersebut. Hanya tinggal install dan biarkan aplikasi ini bekerja dengan cepat.

Penggunaanya pun mudah. Aplikasi ini hanya memiliki dua tombol, yang pertama ialah Vaccinate Computer untuk mematikan autorun yang dimiliki oleh komputer dan kedua ialah Vaccinate USB untuk memblok autorun yang berada di Flashdisk.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa aplikasi ini bukan untuk menggantikan aplikasi antivirus yang sudah ada, namun menjadi aplikasi pelengkap sebagai pendamping dari antivirus. Dengan adanya aplikasi ini, antivirus-mu tidak harus bekerja keras dalam melawan autorun virus yang membandel. Selamat mencoba!

Published in Blog FikDesign
Wednesday, 07 October 2015 14:34

4 Tombol yang Paling Sering Ditekan di Keyboard

Apa kamu tahu dan sadar bahwa selama ini tombol mana sih yang paling sering kamu tekan di keyboard kamu? Tentu tidak. Seseorang cenderung tidak memperhatikan hal-hal remeh seperti itu.

Published in Blog FikDesign
Wednesday, 07 October 2015 14:05

5 Kebiasaan yang Membuat FlashDisk Cepat Rusak

Flashdisk sekarang ini mungkin menjadi tempat penyimpanan data dengan ukuran paling kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Walaupun cloud storage lebih sederhana lagi, tetapi tidak dapat dipungkiri masih banyak yang menggunakan Flashdisk.

Published in Blog FikDesign